Sejak dahulu aku bukan seseorang yang bisa didefinisikan sebagai minimalis. Mungkin karena aku memiliki banyak hobi kreatif, kamarku biasanya dipenuhi dengan barang-barang hobi, seperti alat gambar, peralatan crafting , perlengkapan menulis, bahkan barang-barang yang tidak lagi bernilai namun terlalu sayang untuk aku buang. Aku adalah tipe orang yang sentimental, jadi menurutku hidup minimalis bukan sesuatu yang cocok untukku, karena terlihat begitu kosong dan tidak memiliki makna, tapi ternyata aku keliru. Perubahan itu terjadi ketika aku pusing karena kamarku yang sangat mudah berantakan, dan aku berpikir akan mencoba mengurangi barang-barangku agar menghemat waktu untuk bersih-bersih. Namun setelah membuang barang-barang yang tidak aku perlukan lagi, entah mengapa rasanya lebih lega dan tenang. Everything Start with Decluttering Kita biasanya memiliki jadwal rutin bersih-bersih, namun hanya sekedar bersih-bersih hasilnya akan berbeda dengan declutter (menyortir dan membua...
Baru-baru ini ada kejadian yang mengubah drastis hidupku. Sebenarnya bukan kejadian besar seperti pindah keluar negeri atau dapat uang kaget dari orang ga dikenal, tapi ya perasaan bahagia dan puasnya mungkin bisa dibilang seakan aku mendapatkan pencerahan yang sangat berharga daripada benda dan pencapaian apapun. Semuanya berawal dari rasa bosanku, walaupun yah sebenarnya aku punya skripsi yang kuabaikan, 5 buku yang belum selesai aku baca, 17 season criminal minds yang belum aku tonton semua, blog yang belum ada aku update dari tahun kemarin, sampai skill menggambar dan pianoku yang tidak pernah aku asah lagi karena malas. Memang ya semut di seberang pulau terlihat, tapi gajah di depan mata tidak terlihat . Mungkin karena aku tipe orang yang suka mengoleksi "gajah"--maksudku hobi haha. Jadi yang membuatku senang adalah saat awal aku melakukan hobi itu dan belajar menguasainya, apabila aku sudah cukup lama menggeluti hobi itu hingga aku menjadi cukup ahli atau berpengetahuan...