Langsung ke konten utama

New Hobby : Crafting Paper Stars

Baru-baru ini ada kejadian yang mengubah drastis hidupku. Sebenarnya bukan kejadian besar seperti pindah keluar negeri atau dapat uang kaget dari orang ga dikenal, tapi ya perasaan bahagia dan puasnya mungkin bisa dibilang seakan aku mendapatkan pencerahan yang sangat berharga daripada benda dan pencapaian apapun.

Semuanya berawal dari rasa bosanku, walaupun yah sebenarnya aku punya skripsi yang kuabaikan, 5 buku yang belum selesai aku baca, 17 season criminal minds yang belum aku tonton semua, blog yang belum ada aku update dari tahun kemarin, sampai skill menggambar dan pianoku yang tidak pernah aku asah lagi karena malas.

Memang ya semut di seberang pulau terlihat, tapi gajah di depan mata tidak terlihat. Mungkin karena aku tipe orang yang suka mengoleksi "gajah"--maksudku hobi haha. Jadi yang membuatku senang adalah saat awal aku melakukan hobi itu dan belajar menguasainya, apabila aku sudah cukup lama menggeluti hobi itu hingga aku menjadi cukup ahli atau berpengetahuan aku akan merasa bosan dan tidak semangat lagi mengerjakannya. Tunggu, apa itu artinya aku semangat saat aku merasa bodoh? entahlah.

Karena itu meskipun hobiku banyak, aku merasa sangat kurang bagaikan hidup di kurungan dan tidak punya tujuan hidup (tidak dilebihkan samasekali). Namun semuanya berubah ketika aku membuka Tiktok. Ya..Tiktok aplikasi yang paling aku hindari itu akhirnya memberi manfaat juga.

Diantara banyaknya video velocity atau meme rakyat luar negeri yang ga relate samasekali karena kesenjangan privilege, aku berpapasan dengan satu video dengan tema crafting dimana ada seorang gadis mempunyai banyak sekali bintang-bintang kecil warna-warni dan bentuknya lucu sekali. Ternyata ia membuat sendiri dan bintang-bintang itu dikenal dengan nama Paper Stars.

Di situlah semua puzzle terkumpul dan aku seakan menemukan belahan jiwaku. Mungkin kalian akan berpikir "apasih, berlebihan banget, mainan dari kertas aja kok," honey, beberapa orang bisa menemukan kebahagiaan di hal-hal kecil yang mungkin beberapa orang pikir membosankan, ya itulah manusia, tidak ada satu kepala-pun yang isinya 100% sama. Jika aku bedah isi kepalamu pun mungkin aku akan menemukan hal yang mungkin dunia luar anggap aneh tapi kamu sangat menyukainya, tapi yah cukup pembahasan ini, mari bahas sisi positif dari paper stars ini untuk aku

  1. Aku memiliki banyak kertas bekas dan ingin sekali mendaur ulang semuanya namun aku tidak memiliki waktu dan masih belum ada ide ingin diapakan kertas-kertas itu. Paper stars ini lucu dan tidak susah untuk dirangkai.
  2. Aku sedang marathon sebuah series yang episodenya ratusan dan aku merasa membuang-buang waktu jika menghabiskan waktu sebanyak itu untuk menonton. Tapi dengan menonton sambil membuat paper stars membuat perasaan bersalahku berkurang, karena setidaknya aku mengerjakan sesuatu yang kreatif sambil menonton hiburan. Disamping itu paper starsku bisa menjadi simbol progress karena semakin banyak aku membuatnya berarti aku sudah menonton banyak episode.
  3. Aku sangat menyukai project yang memakan banyak waktu, entah kenapa. Karena itu aku berencana membuat paper stars sebanyak mungkin.
  4. Aku suka mengoleksi benda-benda yang menurutku lucu.

Itulah alasan-alasan mengapa aku sangat menyukai kegiatan ini meskipun keliatannya tidak ada manfaatnya. Bahkan karena terlalu suka, ketika aku free aku hanya mengerjakan project paper starsku. Aku juga termotivasi untuk belajar karena kegiatan ini.

Biasanya aku mengerjakan tugas atau belajar menggunakan metode pomodoro dimana kita membuat sesi belajar dan sesi istirahat kecil di antara sesi belajar itu. Misalnya 15 menit fokus dan 5 menit istirahat, lalu itu diulang-ulang terus sebanyak yang kamu mau atau hingga tugasmu selesai. Sesi istirahat adalah bagian penting dari metode ini agar kita bisa menyegarkan otak kembali dan mampu lanjut belajar seperti pertama kali kita mulai. 

Sesi istirahat biasanya 5-10 menit saja. Nah masalahnya untuk aku waktu itu luar biasa singkat dan kurang memuaskan. Mau membuka Hp takut tidak bisa berhenti dan malah tidak melanjutkan belajar, mau baca buku juga terlalu singkat rasanya dan feeling dari buku tidak akan terasa jika membacanya putus-putus. Mau baring-baring saja juga bosan dan malah tidak semangat belajar. Ingin menambah waktu istirahatnya nanti justru memakan waktu terlalu lama.

Jawaban dari permasalahan ini adalah paper stars. Karena membuat paper stars atau apapun yang berkaitan dengan crafting itu sangat menyenangkan dan rewarding. Lalu tidak memakan waktu terlalu lama untuk membuatnya. Karena itu aku menjadi semangat mengerjakan tugas karena berpikir "Setelah ini aku bisa lanjut membuat paper stars" dan yep motivasiku meningkat drastis.

Itulah makna personal paper stars di aku. Untuk memanfaatkan kertas bekas, koleksi, hiburan, dan meningkatkan kreativitas. Intinya aku sangat menyukai hobi ini. Bahkan setelah aku mulai membuat paper stars aku mulai tertarik membuat craft yang lain yang cukup menarik, dan aku mulai kembali ke hobi lamaku seperti menggambar dan menulis. Itulah mengapa aku bisa menulis lagi di blog ini pertama kali setelah tidak menulis selama satu tahun.

Untuk kamu yang sedang membaca ini, hal terkecil apapun yang menarik perhatianmu atau hal terkecil apapun yang ingin kamu coba maka cobalah, buatlah, lakukanlah karena tidak ada ruginya. Hidup terlalu ajaib untuk mengabaikan hal-hal kecil di dalamnya. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ichigo Ichie: Seni Menghargai Setiap Momen, Kunci Kebahagiaan ala Jepang (Review Buku)

Kita hanya hidup satu kali, tetapi jika kita menjalankannya dengan benar, satu kali saja sudah cukup. is this book for you? buku ini untukmu, jika... Kamu ingin membaca buku yang ringan dan tipis tapi tetap memberikan ilmu baru. Kamu ingin membaca buku di sore hari sambil minum kopi/teh dan mendapatkan ketenangan. Kamu selalu gelisah tentang masa depan dan takut dengan apa yang akan terjadi. Kamu ingin belajar bagaimana cara menjalani hidup sekaligus menghayatinya. Kamu ingin belajar untuk mendapat ketenangan dan kebahagiaan setiap harinya. hal yang mungkin tidak kamu sukai dari buku ini... Buku ini tidak mengupas tuntas teori-teorinya. Buku ini hanya membahas sampai batas praktikal saja. about this book blurb Setiap momen dalam hidup kita hanya terjadi sekali, dan jika membiarkannya berlalu, kita akan kehilangan selamanya. Ungkapan Jepang ini dikenal dengan "Ichigo Ichie". Ia bisa diartikan sebaagai "Once, a meeting". Ichigo Ichie mengajak kita untuk bersyukur atas...

The Beauty of Knowing People

  Kita bertemu dengan orang baru setiap harinya, mungkin teman dari teman kita, atau orang asing yang tiba-tiba mengajak berkenalan di jalan, mungkin seseorang yang kita kenal hanya dari sosial media sebelumnya dan tiba-tiba bertemu langsung dengannya. Percaya apa tidak bahwa orang-orang yang awalnya asing itu yang akan membentuk kita suatu saat nanti? Jika kamu mau mengenalnya sedikit lebih jauh. Aku selalu percaya bahwa jiwa seseorang tidak hanya terbentuk dari dirinya sendiri, pengalaman seseorang tidak hanya ia dapat dari pengalaman yang terjadi padanya sendiri, pengetahuan yang ada di dirinya bukan hanya berasal dari hasil pikirannya sendiri, tapi segala hal yang ada dalam diri kita terbentuk dari hal-hal eksternal juga, dan salah satunya berasal dari orang-orang yang berada di sekitar kita. Karena itu bagiku bertemu orang baru juga berarti menambah kesempatan baru, menambah pengetahuan baru, dan menambah pengalaman baru. Apa kamu tau bahwa seseorang dapat merubah cara kit...

Once Upon a Broken Heart Series: OUABH, The Ballad of Ever After, a Curse for True Love (Review Buku)

 "Menurutku, akhir yang bahagia tersedia untuk semua,. Tapi, aku juga berpendapat bahwa akhir yang bahagia belum tentu bertahan selepas tamatnya sebuah buku dan akhir yang bahagia tidak dijamin bisa didapatkan oleh semua orang. Akhir yang bahagia adalah mimpi yang ingin kabur ke tengah malam. Akhir yang bahagia adalah peti harta karun bersayap. Akhir yang bahagia adalah entitas yang liar, serampangan, dan seenaknya sendiri, harus selalu dikejar karena jika tidak, mereka pasti lari." is this book for you? buku ini untukmu, jika... Kamu suka tema fairytale, mitos, kerajaan, pesta, dansa, dan kutukan Kamu suka worldbuilding yang bagus dan suasana yang kuat Kamu suka main lead yang morally gray (+ sarkastik abis) Kamu suka romance yang bikin gregetan dan penuh plot twist Kamu suka romance trope enemies to lovers  hal yang mungkin tidak kamu sukai dari buku ini Female lead-nya kadang terlalu naif Plot tidak terlalu wow walau banyak plot twist Kebanyakan fanservice (not a bad thing...