Kamu sebenarnya sudah memberi tanda sejak jauh hari tapi sudah menjadi kebiasaan manusia untuk hanya memperhatikan hal yang untung bagi mereka dan menghiraukan hal yang mungkin menyakiti hati mereka, seakan hal itu tidak benar-benar ada, denial.
Saat ia mendengar bahwa kau ternyata telah memilih seorang gadis untuk menemani keseharianmu dan gadis itu bukan dia, padahal ia telah membayangkan dan memimpikan hal itu hingga hal itu membuatnya gila, tapi ya itu, anehnya ia tidak merasakan patah hati, untuk saat itu.
Ia telah menduganya.
Atau mungkin berjaga-jaga, karena ia adalah gadis yang selalu mengantisipasi dua sisi, kemungkinan baik dan kemungkinan buruk, untuk meredam patah hati atau bahagia yang mungkin hanya terjadi sementara, dan hal itu adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan.
Ia tidak patah hati, bahkan ketika ia mendengar bahwa gadis itu adalah sahabatnya sendiri, sahabat yang membuatnya berdiri di tempat ini sekarang, sahabat yang membuatnya bisa bertemu denganmu di tempat ini.
Ia tidak patah hati.
Tapi ia kecewa.
Mungkin marah.
Karena tanpa kamu ketahui ia telah mengorbankan segalanya untuk menggapaimu, ia berpikir kebahagiaannya saat ini pantas ditukarkan untuk kebahagiaannya denganmu di masa depan, namun ternyata ia mengalami kerugian. Kerugian besar. Ia menukarkan kebahagiaannya dan ia tidak mendapatkan apapun, kebahagiaannya hilang dan masa depan yang bahagia denganmu juga tidak akan terjadi, wow pikirnya.
Andai kamu tau, apa yang ia rela korbankan hanya untukmu, kau pasti mungkin minimal merasa kasihan padanya.
Apa kau tau betapa kesulitannya ia menjalani hari karena kehilangan sebagian besar kebahagiaannya yang telah ia jual saat itu? Dan mungkin hari ini ia telah sembuh, tapi ia tidak akan lupa betapa hampir setiap malam ia tidak bisa berhenti memikirkan ketakutannya hanya karena pengorbanan di masa lalunya.
Ia bodoh berpikir bahwa kau akan membalas pengorbanannya. Aku berharap ia tidak sebdoh itu lagi di masa depan.
Baginya, kau adalah segalanya. Tapi bagimu ia adalah pengalih semata.
Baginya, kau orang pertama yang bisa menerimanya apa adanya. Tapi ternyata bagimu ia bukan siapa-siapa, sikapmu itu ternyata tidak memiliki terlalu banyak makna, layaknya sesuatu yang kau katakan di meja makan tanpa emosi sedikitpun, tanpa perasaan, hanya impulsif.
Tapi kadang ia juga berpikir, mungkinkah ini gara-gara kau berpikir ia membencimu?
Ia melihat beberapa tanda dimana kau mengatakan mustahil untuk mendekatinya, ia terlalu dingin, atau ia berada di luar jangkauanmu. Sungguh ia berpikir itu hanyalah gurauan, dan ia tak pernah merasa seperti itu selama bersanding denganmu. Ataukah karena kau mengira ia membencimu? Karena ia selalu membullymu untuk karaktermu yang bodoh di drama sekolah itu, oh percayalah itu adalah caranya menunjukkan bahwa ia menyayangimu. Mengatakan kasih sayang terus terang akan menjatuhkan harga dirinya dan membuatnya terlihat lemah, ia tidak ingin terlihat lemah dan mudah digapai, tapi mungkin untukmu itu bukan hal yang tepat ya?
Hari itu ia sangat bahagia ketika akhirnya bisa bicara denganmu tanpa sembunyi-sembunyi, ia pikir kalian akan bertukar ribuan pertanyaan dan pengalaman setelah menahan diri berbulan-bulan dan takut rahasia kecil kalian akan terbuka.
Namun segalanya runtuh ketika ia mengeluarkan kalimat pertama dari mulutnya dan responmu…, responmu bagaikan kau membencinya.
Hanya satu respon yang ia butuhkan untuk menyadari bahwa kau tidak menginginkannya lagi. Dan pada saat itu juga ia menyerah. Dan setelah itu kalian tidak pernah berinteraksi sedikitpun lagi.
Oh sayang sekali gadis yang kau pilih setelah menolak untuk memilihnya, pada akhirnya menyakitimu juga. Namun ia tidak mengatakan “Hahaha rasakan”, tidak, ia bersimpati padamu. Kau orang yang baik dan yah berharga di matanya, melihat orang lain menyakitimu jujur membuatnya marah, ia merelakanmu untuk berbahagia dengan gadis itu berani-beraninya gadis itu menyia-nyiakan pengorbanannya dan menyakitimu, ia benci, ia benci ketika seseorang menganggap rendah orang yang ia anggap begitu berharga.
Tapi sekarang sepertinya kau sudah tak bersama lagi dengan gadis itu, ya itu lebih baik dan kau tau itu.
Kadang ia berpikir, apakah pernah sekali saja kau mengingatnya?
Apakah ia terukir di memorimu?
Apakah pernah sekali saja kau merindukan masa-masa itu?
Dan apakah memang dulunya perasaan kalian sama? Atau tidak?
Sekarang ia telah bebas, dan ia harap kau juga bebas dan terus menjalani hidupmu dengan bahagia.
(April 29 2023, 2:08 PM)
Komentar
Posting Komentar