Everything Start with Decluttering
Kita biasanya memiliki jadwal rutin bersih-bersih, namun hanya sekedar bersih-bersih hasilnya akan berbeda dengan declutter (menyortir dan membuang barang yang tidak diperlukan lagi). Rasanya seperti declutter memiliki dampak psikologis karena kita tidak bergantung secara emosional lagi terhadap sebuah barang. Dengan membuang barang yang tidak bernilai lagi, kita menyediakan tempat kosong untuk sesuatu yang baru dan yang lebih bernilai. Selain itu, aku merasa lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi oleh benda-benda yang ada di sekelilingku. Hidupku menjadi lebih berkualitas dan fokus, bukanya membosankan, aku justru bisa memusatkan perhatian pada hal-hal yang benar-benar penting bagiku.
Sekarang aku justru sangat menyukai menyortir barang dan membuang barang-barang yang tidak aku butuhkan lagi. Terdapat kepuasan sendiri saat melihat kamarku yang rapi dan tertata, serta banyak area kosong sehingga tidak terasa sesak. Tentunya aku hanya bisa melakukan ini untuk kamarku sendiri karena aku masih tinggal bersama orangtua dan tentunya aku tidak boleh membuang barang mereka sembarangan.
Biasanya decluttering ini adalah kegiatan musiman, artinya hanya dilakukan sesekali saja karena memang memakan waktu. Namun untuk aku sendiri, aku usahakan sehari minimal ada satu barang yang aku kurangi, kalau memang tidak bisa, aku akan berusaha untuk tidak menambah lebih banyak barang lagi. Dengan begitu kebiasaan baik akan terbentuk dan perlahan-lahan ruanganku akan bersih tanpa perlu mengerjakan semuanya dalam satu hari.
Only Buy and Save Things That is Important to MeSekarang bayangkan kita sudah membuang banyak tenaga untuk bersih-bersih, eh pas keluar malah beli banyak barang lagi, menambah tumpukkan barang di rumah, maka usaha kita untuk decluttering akan sia-sia. Karena itu hidup minimalis itu perlu dipertahankan dari kebiasaan kita, bukan hanya bersih-bersih, atau mengirit, konsepnya lebih dari itu. Setiap orang tentu memiliki prinsip berbeda-beda, untuk aku sendiri ada beberapa prinsip yang aku terapkan dalam membeli barang supaya benar-benar worth it untuk ada di dalam hidupku.
- Tidak membeli barang yang masih aku miliki di rumah. Kadang aku memang tergoda ingin membeli sesuatu karena terlihat menarik atau sedang promo, tapi aku memikirkan akan sulit untuk menghabiskan atau menyimpannya nanti. Jadi jika aku sangat ingin sesuatu, aku akan memastikan itu penting dan belum aku miliki.
- Tidak membeli barang dekoratif. Barang dekoratif ini tergantung ya... sesuai dengan keadaan saja. Bukan berarti aku tidak membeli barang dekoratif samasekali, aku masih menempel gambar-gambar, karya-karya lukisku di dinding kamarku. Namun aku juga lebih menyukai banyak space kosong di ruanganku, jadi aku usahakan tidak membeli banyak barang dekoratif karena akan menjadi sarang debu. Kecuali dekorasi itu masuk dalam kategori dream room aku haha.
- Tidak membeli barang yang cepat rusak dan tidak berkualitas. Minimalis bukan berarti berhemat dan mengeluarkan uang seminimal mungkin. Tapi, minimalis adalah menyediakan tempat untuk barang-barang yang benar-benar berharga dan penting. Ada istilah "lebih baik membeli mahal daripada membeli dua kali.", kalimat itu yang sedang aku usahakan untuk terapkan sekarang, berusaha menabung untuk barang-barang yang berkualitas agar kualitas hidupku juga meningkat.
- Tidak membeli barang yang tidak benar-benar aku butuhkan. Dulu aku suka mengeluarkan uang untuk barang yang tidak aku inginkan, bahkan aku juga sering melakukan impulsive buying, namun sekarang setiap aku ingin membeli sesuatu aku selalu membuat semacam list apa yang aku butuhkan agar aku tidak keluar jalur dan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak aku butuhkan.
- Membuat skala prioritas dan menerapkannya. Skala prioritas adalah urutan kebutuhan atau tugas yang disusun berdasarkan urgensinya. Skala prioritas penting untuk mencegah impulsive buying, membeli barang yang tidak berguna, dan tetap fokus pada prioritas yang ada. Setiap orang tentu memiliki skala prioritas yang berbeda-beda, seperti aku yang menetapkan bahwa barang untuk perawatan diri lebih penting daripada baju atau aksesoris.
Yang satu ini benar-benar life-changing sih. Jika mempunyai barang, aku harus memaksimalkan fungsinya. Agar aku bisa lebih menghargai apa yang aku punya dan tidak menyia-nyiakan hal sekecil apapun. Contohnya aku tidak membuang sesuatu sebelum benar-benar habis atau rusak, meskipun aku tidak menyukai barang atau produk itu, karena aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku pilih. Dengan begitu, di masa depan aku tidak akan membeli barang sembarangan lagi karena aku harus benar-benar menggunakannya dan tidak menyia-nyiakannya. Namun tentunya ada cara lain jika memang ktia benar-benar tidak ingin menggunakan barang tersebut, kita bisa memberinya ke orang terdekat, atau menyumbangkannya ke yang membutuhkan.
Using LibraryMenjadi minimalis bukan berarti tidak membeli barang samasekali. Aku pun maish banyak wishlist bahkan untuk barang yang bisa dibilang buang-buang uang bagi orang lain, tapi jika itu membahagiakan maka harus diusahakan. Karena itulah sangat penting untuk memiliki wishlist, agar kita benar-benar tahu apa yang kita inginkan, juga agar kita bisa memprioritaskan mana yang saat ini benar-benar dibutuhkan.
Terimakasih sudah baca sampai di sini, tangan aku mulai keriting, jadi see you di tulisan selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar