"Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh..."(QS An Nisa:78).
Aku selalu bertanya-tanya apa misteri terbesar di dunia ini, apa hal yang paling menakutkan di dunia ini, dan apa hal yang membuatku merinding ketika memikirkannya.
Aku adalah orang yang takut pada banyak hal...hantu, tempat yang gelap, bencana, bahkan kadang aku takut sama pemikiranku yang berantakan dan tidak karuan. Namun ada satu hal yang membuatku sangat takut.
Kematian.
Aku pernah melihat sebuah kutipan di internet yang mengatakan bahwa kita takut pada suatu hal karena kita tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu atau apa yang terjadi jika kita bertemu dengan hal itu, kita takut pada perasaan asing, perasaan yang membuat kita berpikir akan banyak kemungkinan yang akan terjadi. Dan menurutku itu adalah deskripsi yang tepat untuk kematian.
Tidak ada orang yang hidup lagi setelah benar-benar mati. Tidak ada yang tau apa yang terjadi setelah kita mati, dan kedengarannya mati memang menyakitkan, tapi lebih mengerikan apa yang menunggu kita setelah mati, apa yang akan terjadi padaku? Aku takut dengan tempat yang asing, aku takut kegelapan dan kesendirian, memikirkan kematian membuatku sulit tidur hampir setiap malam. Bahkan membuatku memimpikannya berkali-kali. Berpikir mungkin aku akan mati di tidurku hari ini, atau besok meteor tiba-tiba jatuh menghantam rumahku, atau aku akan mati di kamar mandi karena serangan jantung, kematian terasa mengerikan karena aku tidak tau kapan ia akan terjadi.
Aku selalu dihantui oleh betapa mengerikannya kematian, sampai suatu saat aku mendengar sebuah nasihat dari seseorang yang benar-benar membuka pikiranku. Katanya kematian memang menakutkan, tapi kadang kematian juga merupakan kedamaian.
Kedamaian karena kita tidak perlu mengkhawatirkan tentang dunia kita saat ini, kedamaian karena kita tau segala hal yang kita kerjakan saat ini pasti sia-sia pada akhirnya. Dan mendengar kata sia-sia cukup membuatku senang, berarti aku tidak perlu terlalu memikirkan kata-kata orang yang membuatku tersinggung, aku tidak perlu memikirkan apakah aku terlihat bodoh atau berantakan, aku tidak perlu memikirkan apa yang orang pikirkan tentangku, toh kita semua akan mati suatu saat nanti. Semua yang kita kerjakan saat ini tidak akan mereka ingat setelah mati nanti, jangankan setelah mati, mungkin esok hari mereka bahkan sudah lupa dengan wajah kita.
Dan sebagai seseorang yang suka merencanakan apapun aku harus mempersiapkan untuk kematian, aku memang takut padanya tapi karena itu aku memutuskan untuk mempersiapkannya bukan pura-pura lupa dan menghiraukannya karena terlalu takut untuk memikirkannya.
Aku merasa lebih bebas ketika aku melihat kematian dari sisi yang lain.
Aku merasa tidak terbebani dengan urusan dunia, bukan berarti meninggalkannya, tapi menerima apa adanya dan tidak khawatir dengan segala yang diberikan oleh Tuhan apapun itu, karena mereka tidak ada artinya dan akan kembali kepadanya bagaimanapun juga.
Setiap aku terburu-buru melakukan sesuatu, aku bertanya pada diriku sendiri "kenapa terburu-buru? memangnya dunia semengerikan itu?"
Kau tau aku tipe orang yang pikirannya tidak pernah beristirahat dan segala hal di dalam pikiranku seakan tumpang tindih satu sama lain dan itu yang membuatku terburu-buru melakukan apapun dan kehilangan konsentrasi. Tapi sekarang aku merasa lebih tenang. Karena kematian membuatku merasa damai. Setidaknya di dunia yang sibuk ini, aku bisa berjalan dengan santai, karena buat apa terburu-buru? Kita semua pada akhirnya akan mati dan tidak membawa apapun.
Aku sangat bersyukur dengan agama Islam yang dapat memberiku kedamaian dan keyakinan, memberiku pegangan, aku pasti sudah hancur berkeping-keping tanpanya. Aku bersyukur karena tau dunia ini bukan tempat pemberhentian sebenarnya dan akan ada tempat lagi setelah ini, karena aku merasa tidak ada yang bisa aku gapai di dunia ini, kecuali mempersiapkan untuk dunia selanjutnya.
Pada hakikatnya kita semua akan mati, jadi kenapa perlu khawatir tentang dunia fana ini?

Komentar
Posting Komentar